Articles

Mobil vs Motor, siapa yang menang?

In umum on September 18, 2008 by activelow Tagged:

seringkali kita mendengar bahwa jika terjadi kecelakaan lalu lintas antara mobil vs motor maka motor lah yang selalu jadi pemenang. tetapi tidak demikian dengan apa yang saya alami seminggu yang lalu. berawal dari waktu pulang kerja, dimana sore itu saya pulang lebih awal daripada biasanya. sekitar pukul 15.40 WIB motor yang saya kendarai melaju dengan tambahan 1 orang teman membonceng di belakang. supra-x 2002 saya pacu dengan kecepatan tidak lebih dari 50 km/jam. tiba-tiba saja kendaraan di depan saya berhenti mendadak dan, gubrakk.. motor yang saya kendarai menabrak bagian kanan belakang sebuah APV. setang motor yang saya buang ke kanan tak dapat lagi menghindar. spakboard bagian depan motor saya tergores di beberapa bagian sepanjang 10-30 cm sedangkan bumper belakang APV patah dibagian pojok sebelah dalam di tambah lagi mika lampu belakangnya yang pecah, berlubang sebesar uang logam 500 rupiah.

tragedi ini berawal dari sepeda motor di depan APV yang melakukan pengereman mendadak karena menghadapi lubang yang cukup besar. tetapi sesaat setelah sadar dari shock yang sempat saya derita, sepeda motor tersebut sudah menghilang entah kemana. akhirnya hanya ada saya, taman saya serta bapak2 pengendara APV dan temannya yang kini terlibat perdebatan sengit di pinggir jalan. tidak ada warga yang berkerumun. perdebatan kami cukup alot, mulai dari tuduhan dari si bapak yang menganggap saya tidak dapat menjaga jarak hingga sangkalan saya karena aksi si bapak dengan rem mendadak nya. karena kerusakan yang cukup parah pada si mobil dibandingkan dengan pada sepeda motor saya, maka si bapak dengan lantang nya meminta ganti rugi kepada saya. saya pun tak mau kalah, saya tetap bersikeras bahwa ini bukan murni kesalahan saya. karena perdebatan di pinggir jalan itu semakin menuju kebuntuan, maka sepakatlah kami untuk mencari penengah. berangkatlah kami menuju kantor polisi, polsek tepatnya.

sudah sepi keadaan di polsek pada pukul 16an WIB. setelah mencari-cari, ternyata masih ada seorang anggota polisi dengan pakaian tidak formal. hanya mengenakan kaos coklat berlambangkan kepolisian Indonesia dan juga sendal jepit di kaki. setelah menceritakan kepadanya tentang apa yang baru kami alami, polisi tersebut menyilakan kami masuk ke sebuah ruang kecil, khusus bagian lalu lintas nampaknya. sebut saja polisi ini dengan ‘pol A’. sebenarnya ia bekerja bukan di bagian lalu lintas, tapi ia bersedia menengahi perselisihan diantara kami sambil menunggu petugas polantas yang baru saja ditelponya. “pol B masih bekerja di bagian polantas kan?” tanya pengendara APV kepada pol A. pol A “iya masih, ini lagi ditelpon, mungkin bentar lagi datang”. “….waduh kok kyknya ada yang gak beres nih, jangan2 orang-orang ini saling kenal..” perasaan saya sudah agak nggak nyaman. bapak polantas yang ditunggu-tunggu pun tak kunjung datang. lagi-lagi kami sesama pengendara berdebat disini, saling mencari-cari kesalahan lawan. ditengah perdebatan kami dalam ruangan tersebut, pol A mecoba memberikan solusi yang menurut saya cukup memberatkan bagi saya, yaitu berdamai dengan cara memberikan ganti rugi sebesar yang diminta oleh pengendara APV. Seratus ribu rupiah, nilai yang menurut saya cukup besar walaupun saya mampu membayarnya saat itu juga. saya tidak menyerah begitu saja, sambil mengulur2 waktu menunggu sang polantas datang.

ditengah perselisihan yang sedang terjadi, datang lagi seorang anggota polisi berumur setengah baya. setelah mendengar cerita kami mengenai kejadian tadi, ia mengajakku keluar ruangan. diluar kami memandangi APV yang lecet sambil saya menjelaskan lagi kejadiannya. saya dianggap bersalah karena tidak bisa menjaga jarak aman antar 2 kendaraan yang melaju. anda tahu berapa jarak aman antara 2 kendaraan dalam peraturan lalu-lintas? ya, 10 meter jaraknya. wah, nampaknya saya kalah dalam kasus kali ini. dengan tampang lesu saya kembali lagi masuk ke dalam ruangan tadi. setelah sedikit berbasa-basi akhirnya dengan berat hati saya mengeluarkan 2 lembar lima puluh ribuan dari dalam dompet. untungnya sesampainya di kost-an teman saya memaksa ikut menyumbang 50 ribu kepada saya. setelah berdamai dan mengantongi seratus ribuannya, APV pun berlalu meninggalkan polsek. tetapi saya dan teman saya masih disana. tak berapa lama polantas yang ditunggu2 pun datang. kami menyempatkan untuk mengobrol dan bertanya mengenai proses hukum dari sebuah kecelakaan lalu lintas, terutama kejadian yang baru saya alami. berikut beberapa poin yang saya tangkap dan menjadi tambahan pengetahuan bagi saya.

  1. dalam peratutan lalu lintas tidak ada hukum “motor selalu menang atas mobil”, pengecualian jika kecelakaan terjadi di daerah pemukiman sang pengendara motor sendiri, pasti akan dibela oleh masyarakat sekitar yang bertindak sebagai saksi
  2. jika anda ditabrak dari belakang dan sang penabrak jaraknya kurang dari 10 meter sesaat sebelum kejadian, senyumlah sedikit walaupun agak pahit, karena anda layak dapat bintang (poin penting untuk anda)
  3. jika masalah tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan (damai sesama pengendara), proses dapat dilanjutkan ke pengadilan, dengan syarat kedua kendaraan ditahan sebagai barang bukti dan proses pengadilan bisa berjalan berbulan-bulan.
  4. merujuk kepada poin no.3, jika anda pengendara bermotor maka besar kemungkinan anda untuk menang (menghindari sidang). karena biasanya si pemilik mobil tidak ingin lebih dirugikan dengan adanya penahanan mobil milik nya (apalagi mobil digunakan untuk usaha)
  5. selesaikanlah urusan di kantor polisi terdekat jika debat dijalan tidak kunjung berbuah, dengan syarat anda memakai atribut lengkap (bagi pengendara motor:helm) dan kendaraan anda surat menyurat nya pun lengkap (sim, stnk)

* selamat berkendara dan selalu waspada.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: